Sejarah Gampong Alue Kaul.
Gampong Alue Kaul merupakan salah satu Gampong di Kecamatan Rantau Selamat Gampong Alue Kaul berasal dari dua buah Kata Yaitu ”Alue” dan “Kaul”. Alue berasal dari bahasa Aceh nyang artinya Alur atau aliran sungai, Sedangkan Kaul berasal dari bahasa Gayo yang berarti Besar. Dengan dimikian Alue Kaul mempinyai Arti Sungai Besar. Masyarakat yang tinggal di Alue Kaul di dominasi oleh sebagian besar masyarakat Aceh Timur dan Gayo Luwes. Di pada tahun 1965 Mayoritas penduduk Gampong Alue Kaul masih sangat jauh dengan dunia pendidikan di sebabkan akses jalan yang sangat jauh dengan daerah Kecamatan Rantau Selamat. Fasilitas-Fasilitas pendidikan pada saat itu hanya ada di daerah kecamatan sehinga tidak mungkin saat pada masa itu pendudduk Gampong Alue Kaul mengecap pendidikan karna jarak yang sangtat jauh. Pendidikan yang diproleh penduduk rata-rata didapat dari para tokoh masyarakat dan pemuka Agama yang berdomisili di Gampong Alue Kaul. Dan ketika itu tidak heran kita menjumpai karakter masyarakat Gampong Alue Kaul yang masih ortodok dan fanatik. Fanatik di sini terbagi atas dua yaitu panatik atas ajaran agama dan panatik terhadap hukum adat istiadat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dibentuknya penetapan Hukum-hukum Adat Gampong. Keadaan perekonomian masyarakat pada tahun 1965 sampai dengan era delapan puluhan mayoritas mata pencarian adalah petani kopi. Pada tahun 1980 sampai dengan 1995 Gampong Alue Kaul sudah memiliki sarana pendidikan bagi masyarakat setempat. Serta mulai adanya dan tersalukanya Program-program pemerintah tentang pemampaatan lahan pertanian sesuai program pemerintah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya penyuluhan pertanian pada tahun 1990 dan mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam bentuk bibit tanaman karet okulasi dengan pembentukan Kelompok-kelompok Tani yang ada di Gampong Alue Kaul. Seiring dengan jumlah penduduk Gampong Alue kaul yang terus meningkat dan serta taraf ekonomi masyarakat Gampong Alue Kaul yang semangkin meningkat pula dan didukung dengan luas Areal Gampong 18.214 Ha maka di tahun 1990 berdirilah sebuah PT. Wira Lanow. Ltd yaitu perusahaan yang bergerak di bidang pengelolahan kayu menjadi barang jadi untuk di ekspor hal tersebut juga memicu minat masyarakat luar untuk masuk ke Gampong Alue Kaul.
Ditahun 1997 timbul gejolak Negara dalam bentuk reperendum Aceh dan berakhir dengan komplik senjata Aceh. Akibat komplik tersebut menimbulkan dampak negatif bagi kemajuan masyarakat Gtampong Alue Kaulpada saat itu. Dampak yang terlihat di tahun 1999 sampai dengan 2004 sebelum perdamaian RI dan Aceh Infasetruktur dan sarana perasarana Gampong Alue Kaul terkatagori rusak Berat akibat komplik tersebut. Setelah perdamaian RI dan Aceh masyarakat Gampong Alue Kaul mulai kembali membentuk perekonomian, sarana perasaran dan infrasetruktur Gampong Alue Kaul.
Pada tahun 2007 sampai dengan sekarang pertumbuhan ekonomi dan sarana pendidikan sudah mulai pulih seperti semula. Dan setelah masa komplik katagori penduduk Gampong Alue Kaul terdiri dari suku yang Hetogen. Hal ini memiju daya pikir dan daya saing masyarakat Gampong Alue Kaul menjadi lebih Bersaing untuk Masa yang akan datang.
Sejarah Kepemimpinan Gampong Alue Kaul
1. Aman Ketep Tahun 1948 s/d 1958
2. Karma Tahun 1958 s/d 1970
3. Absah Tahun 1970 s/d 1975
4. Abdul Aziz Tahun 1975 s/d 1985
5. Sabari Tahun 1985 s/d 1990
6. Abdul Azizi Tahun 1990 s/d 2000
7. Kliwon Tahun 2000 s/d 2001
8. Samin Tahun 2001 s/d 2002
9. Abdul Aziz Tahun 2002 s/d 2005
10. Amir Husin Tahun 2005 s/d 2007
11. Zainuddin Tahun 2007 s/d 2008
12. M. Yusuf Y Tahun 2008 s/d 2014
13. Fuadi Tahun 2014 s/d 2015
14. Abdul Aziz Tahun 2015 s/d 2016
15. Zainuddin Tahun 2016 s/d 2016
16. Subaru Fendi Tahun 2017 s/d 2017
17. Muhammad Nuh Tahun 2017 s/d 2018
18. Ramli Tahun 2018 s/d 2023
19. Ramidin Tahun 2023 s/d 2032